Tasikmalaya, — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Jayantara memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi mengenai pencabutan register lembaga bernama “Jayantara News” yang sempat disinggung dalam tulisan di platform Kompasiana.
Pihak lembaga menegaskan bahwa “Jayantara News” merupakan lembaga yang tidak memiliki hubungan hukum maupun operasional dengan LPK Jayantara, meskipun menggunakan nama dan domain yang serupa.
Munculnya Potensi Kerancuan Publik
Isu ini mencuat setelah adanya publikasi di Kompasiana pada Mei 2025 yang menyebut adanya pencabutan register terhadap “Jayantara News”. Informasi tersebut memicu potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama karena penggunaan domain news.jayantara.org yang menyerupai identitas digital LPK Jayantara.
“Kesamaan nama dan domain berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa lembaga tersebut bagian dari kami, padahal tidak,” demikian pernyataan resmi manajemen LPK Jayantara.
Tegaskan Identitas dan Legalitas Lembaga
LPK Jayantara menegaskan bahwa lembaga beroperasi secara sah sebagai institusi pelatihan kerja dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan penyaluran tenaga kerja.
Seluruh aktivitas resmi hanya dilakukan melalui domain utama:
jayantara.org
Pihak lembaga juga menekankan bahwa segala informasi di luar domain tersebut bukan merupakan tanggung jawab atau representasi resmi LPK Jayantara.
Konten Kompasiana Bukan Pernyataan Resmi
Dalam klarifikasinya, LPK Jayantara juga mengingatkan bahwa konten yang dipublikasikan di Kompasiana bersifat kontribusi pengguna (user-generated content), sehingga tidak selalu mencerminkan informasi resmi dari instansi pemerintah atau lembaga terkait.
Hal ini penting untuk dipahami guna menghindari penarikan kesimpulan yang keliru oleh masyarakat.
Langkah Antisipatif Jaga Reputasi
Sebagai respons atas potensi dampak reputasi, LPK Jayantara menyatakan telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Penguatan komunikasi publik melalui kanal resmi
- Edukasi masyarakat terkait domain dan identitas lembaga
- Monitoring penggunaan nama “Jayantara” di ruang digital
Selain itu, lembaga juga membuka kemungkinan untuk menempuh langkah lanjutan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan nama yang merugikan secara reputasi.
Imbauan kepada Masyarakat
LPK Jayantara mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam mengakses informasi, khususnya yang berkaitan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja.
Verifikasi sumber informasi menjadi langkah penting guna menghindari kesalahpahaman akibat kemiripan nama atau identitas digital.
Penegasan Akhir
Melalui klarifikasi ini, LPK Jayantara menegaskan kembali bahwa:
- Tidak ada afiliasi dengan “Jayantara News”
- Tidak bertanggung jawab atas konten atau aktivitas lembaga tersebut
- Tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga integritas lembaga di tengah dinamika informasi digital yang semakin kompleks.